Author: Elisabeth Murni

2

Seperti Pohon

Menjulang dengan gagah, semakin tinggi Mencengkeram dengan erat, semakin dalam Tak roboh diterpa angin Menghidupi burung-burung Menghidupi rerumputan Menghidupi serangga Menghidupi mata air Meneduhkan Menentramkan Harusnya hidup memang seperti itu Bertumbuh dan berbuah di...

14

Buka Pintumu dan Pergilah!

Jangan hanya melihat dari balik jendela Keluarlah! Rasakan panasnya sengatan matahari di pesisir Ijinkan rintik hujan di tengah hutan menerpa kulitmu Biarkan kabut dingin menyergapmu di balik tebing Hiruplah aroma embun yang tertimpa cahaya...

12

Dongeng Alas Kaki

Halo perkenalkan teman saya yang namanya Coki. Dulu ditebus dari lapak di Jalan Mataram dekat Malioboro dengan harga tujuh puluh. Dibeli gara-gara sepatu lama sudah rusak. Lantas Si Coki menjadi teman setia saat jalan...

10

Pulang

Ketika perjalanan hidup telah sampai pada batasnya, semuanya akan berujung pada satu kata, pulang. Dan tempat ini adalah batas akhir perjalanan itu. Selamat menempuh perjalanan pulang menuju pangkuan Sang Pencipta, Om. Doa kami bersamamu.

31

Ngesot Jaya di Gunung Andong

Hosh hosh hosh. Nafas saya tersengal-sengal dan dada saya sesak. Seperti ada berkilo-kilo beban yang menghimpit paru-paru sehingga membuat saya sulit bernafas. Kepala terasa sedikit pening. Tapi saya tidak boleh menyerah begitu saja. Saya...

24

Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 29

Saya bocah yang terlahir di dataran tinggi. Tumbuh besar di antara halimun, gigir gunung, dan aroma ilalang basah yang tertimpa cahaya mentari. Karena itu saya sangat mencintai gunung dan segala kehidupan yang ada di...

11

Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut apa yang ditanam; ada waktu untuk...

19

Cerita Pagi di Warung Kopi Kong Djie, Belitong

Hari masih pagi saat saya memasuki sebuah kedai kopi yang terletak di ruas jalan utama yang menghubungkan Bundaran Satam dan Pantai Tanjung Pendam Belitung. Warung dengan tungku yang terletak di luar jendela itu tepat...

43

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 29 – GUNUNG

Halo, selamat datang di Blog Ransel Hitam! Setelah ronde pertama hingga ronde 28, akhirnya di ronde 29 ini saya dipercaya untuk menjadi host Turnamen Foto Perjalanan. Ternyata foto Gua Grubug bertajuk “Dia Hadir” mendapatkan perhatian...

23

Payung Teduh dan Nada Keempat yang Hilang

Temaram langit senja menemani perjalanan saya meninggalkan Magetan untuk kembali ke Jogja. Kesiur angin menerbangkan anak rambut saya yang kala itu memilih duduk di sambungan gerbong. Di antara laju kereta yang terus menderu, saya...