Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut apa yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai…

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pengkhotbah 3:1-8

Sebagaimana musim yang mengalami pergantian, demikian juga masa-masa dalam hidup, semua akan mengalami perubahan. Keadaan tidak akan pernah sama dan bertahan lama. Sudahi setiap sedih dan duka kehilangan, obati setiap luka dan goresan akibat pertempuran, usap peluh dan kebaskan debu di kaki. Lantas berdirilah tegap! Angkat dagu, busungkan dada, dan terus menatap kedepan! Melangkahlah! Jalani hidup tanpa ragu!

Dan ketika suatu saat hidup terasa memberat, ingat, DIA tak sekalipun meninggalkanmu. Tak akan pernah! Bagianmu tinggal percaya pada setiap rencanaNYA. Ya, hanya percaya. Lantas biarkan semua menjadi indah pada waktunya.

Gunung Andong
Run Sasha! Run!

Selamat ulang tahun, Sasha! Teruslah melangkah, hingga lelah enggan mengejarmu.

Default image
Elisabeth Murni

Ibu Renjana | Buruh partikelir paruh waktu | Sesekali bepergian dan bertualang.

Articles: 243

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.