Memulai Kembali

Sebenarnya ingin memberi judul postingan ini dengan Restart. Namun playlist acak saya tiba-tiba memutar lagu Memulai Kembali milik Monita Tahalea. Lantas lagu tersebut yang saya jadikan judul postingan perdana di 2020 ini.

Etapi sebelum nulis ngalor ngidul mau ngupacin selamat tahun baru 2020 dulu untuk semua kawan-kawan pembaca setia maupun tidak setia blog ini. Semoga tahun ini banyak hal-hal baik terjadi ya. Meski rasanya mustahil sih hidup tanpa masalah. Namun, untuk apa pun yang terjadi di masa mendatang, kiranya kita semua diberi kekuatan untuk melewatinya .

halo 2020

Jadiiii, apa kabar 2020?

Daftar resolusi sudah dibuat? Atau masih melanjutkan resolusi 2019 yang juga perulangan dari resolusi 2018? Hihihihi.

Saya memulai 2020 dengan hati yang lega, tanpa beban. Padahal kalau mau dipikir, caturwulan terakhir 2019 itu justru masa-masa yang cukup menegangkan dan menguras air mata. Bahkan saya sempat berpikir “mampu ndak ya ngadepin 2020? akankah semua berjalan baik-baik saja?”

Saat itu, ada banyak kekhawatiran yang melintas di kepala. Semua berdasarkan apa yang saya lihat dengan mata. Apalagi sejak September si bapak memutuskan untuk resign dari kantor. Membayangkan apa yang akan dihadapi saja sudah membuat nyali jiper.

Beruntung saya punya support system yang bagus. Saya dikelilingi keluarga dan sahabat yang selalu menguatkan dalam kondisi apa pun. Dan heyyy, lihat kan? 2019 bisa dilalui dengan gagah berani. Apa-apa yang ditakutkan tidak terjadi. Justru sebaliknya, Tuhan lakukan banyak keajaiban dalam kehidupan kami.

Ibu yang kondisinya sangat drop di bulan September – Oktober dan nyaris membuat saya kehilangan harapan justru Tuhan pulihkan. Desember kondisi ibu pulih total, bahkan berat badannya juga sudah kembali ke angka semula. Yang saya pikir ibu akan natalan dengan kondisi terbaring lemah, nyatanya justru sudah aktif ikut kegiatan ini itu termasuk bantu dekor gereja.

foto keluarga

Ekonomi keluarga yang saya pikir akan goncang karena kehilangan pemasukan utama dari si Bapak, nyatanya justru baik-baik saja. Pekerjaan demi pekerjaan mengalir tanpa henti. Bahkan berkat-berkat yang kami dapatkan justru lebih banyak dibanding saat Pak Chan masih ngantor. Ini benar-benar di luar perkiraan.

Baca: Tips Mengelola Keuangan Ala Ibu Berbagi Bijak

Memang benar, jika kita melihat segala sesuatu dari apa yang tampak di mata saja akan membuat takut dan hilang harapan. Yang kita lakukan adalah berani melihat jauh ke baliknya, ke apa-apa yang tidak nampak, melihat dengan iman dan keyakinan akan kuasa Tuhan. Dia adalah Allah yang sangat kreatif, selalu bekerja dengan cara tak terduka. Membuka pintu-pintu jalan keluar yang selama ini tidak terlihat. Bagian kita tinggal mengimani saja.

...weits, paragraf barusan udah mirip ibu pendeta banget yak hahaha…

Sudah selesai ah ngobrolin 2019-nya. Sekarang mari bahas 2020. Apa yang akan dilakukan?

Yang pertama jelas, bulan ini saya harus menyelesaikan naskah buku ketiga yang sudah molor dari tenggat. Huhuhuhu, doakan semuanya lancar ya. Jujur untuk buku yang sekarang saya agak deg-degan. Kali ini saya menulis tema yang memang sudah lama menjadi proyek pribadi. Menulis tentang diri sendiri, menulis tentang Renjana. Ini sedikit berat sih. Takutnya tulisan jadinya curhat banget, menjadi terlalu personal, atau justru malah membosankan.

Inginnya naskah buku ini menjadi kado ulangtahun Renjana dan bapaknya, para lelaki Januari. Bocoran sedikit ah. Buku yang sedang saya tulis sekarang akan berkisah tentang perjalanan saya mengenalkan Renjana ke banyak hal baru, ke berbagai tempat. Jadi ya semacam travelogue, bukan panduan perjalanan. Nggak tau deh ntar masuknya ke genre parenting, traveling, atau malah self improvement? muahahahaha, etapi kayaknya kalau self improvement enggak ding.

Baca: Sekelumit Kisah Tentang Buku Stop Stressing Start Living

Selain buku terbaru tentu saja saya akan kembali melanjutkan pekerjaan reguler. Menerima job nulis sana sini sambil menulis untuk pabrik kata-kata di negeri jauh. Nggak kerasa ini sudah masuk tahun ke-3 kerja di sana. Berharapnya tahun 2020 lebih rajin nulis, bisa menyelesaikan target lebih banyak, biar cuan yang didapat juga makin gede haha.

Soal menulis apa lagi ya? Mungkin memperbanyak portofolio sih. Mulai rajin nulis di media-media lain, baik online maupun cetak. Tahun kemarin cukup mandul soalnya. Sibuk kerja kerja dan kerja hehe. Tahun ini lah, semoga bisa mengatur waktu lebih baik lagi. Apalagi kan sekarang si Bapak juga ada di rumah, jadi ada yang pegang bocah. Daku jadi punya waktu lebih banyak di depan monitor.

Daaan, saya tuh pengen banget coba nulis fiksi hihihi. Tahun ini mungkin saatnya main-main di Storial apa Watpadd yak. Di kepala tu ada banyak banget cerita, pengen sesekali meweujudkan tokoh-tokoh itu menjadi bentuk nyata yang bisa dibaca banyak orang gitu. Sepertinya ini akan menjadi proyek senang-senang yang bisa menjadi sanggraloka kala kepala sudah rumit nulis kerjaan.

Sedangkan harapan untuk blog semoga makin banyak curhat-curhat receh yang menghangatkan hati saat dibaca ulang. Postingan makin banyak. Nggak usah fokus pada angka-angka. Kembali mengalir saja dan menulis dengan jujur. Terus bisa ikutan lomba lagi. Tahun 2019 banyak absennya nih. Padahal kangen jadi juwara juga (kangen hadiahnya maksudnya hahaha).

Sedangkan target-target lain di luar dunia menulis apa ya? Ada banyak sih, tapi biarlah itu tertulis di buku catatan saja. Tidak usah dijembreng di blog 🙂

Berharapnya 2020 bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Nggak harus menginspirasi banyak orang, yang penting kehadirannya berguna saja. Dan untuk apa pun yang akan terjadi di 2020 ini, saya siap menghadapinya.

BersamaNya, tak ada hal yang harus ditakutkan. Memulai kembali dengan baik dan mengakhiri pertandingan dengan kondisi yang jauh lebih baik.

Selamat menjalani 2020 kawan-kawan semua!

Kalau kawan-kawan sendiri, apa nih yang akan dilakukan di tahun ini? Bagi cerita di kolom komentar dongs. Nanti kubantu mengaminkan.

Kaki Merapi, 2 Januari 2020
Ditulis sambil dengerin lagu-lagu random dan langit di luar yang sangat kelabu.

Elisabeth Murni

Puan kelana. Peramu kata. Pencipta bahagia.

You may also like...

11 Responses

  1. CREAMENO says:

    Hi mba, selamat memulai kembali dan selamat tahun baru 2020 ya 😀

    Semoga mba selalu diberikan kemudahan dalam meraih apa yang mba cita-citakan dan dilancarkan rejekinya~ selalu sehat, selalu bahagia 😀 plus semoga semakin rajin update blog biar para pembaca nggak merindu terlalu lamaaa~ hihi.

    Keep writing, keep inspiring mbaaaa :>

  2. Hannif says:

    Semangat 2020 mba. wah. targete gede eui. nulis buku. haha
    aku aja malah target untuk blog, ya rajin nulis. belum ingin kirim2 artikel lagi ke media cetak / online. kecuali nulis di maibest. wkwkw

    aku berharap tahun ini bisa beli / bangun rumah deh. ngumpulin cuan dulu dan ngurangi ngopi.

    • Nyiahahahaha, sisanke lah Nif. Satu tahun terbit satu gitu lah *maunya.
      My-best mah kudu naikin target nih. Sebulan nulis 10 artikel gitu kayaknya rumah bisa cepet kebeli deh, Nif hihihi.

  3. Baktiar says:

    Selamat memulai 2020 dengan semangat, semoga daftar resolusi 2020 bisa tercapai semua. Tulisannya makin banyak dan cuannya juga ikutan banyak 😀

  4. Tetap semangat, Mbak! Saya juga pengin lebih produkfti setelah hampir setahun hibernasi hahahaha

  5. semangat memulai tahun 2020.. penasaran sama buku Renjana-nya,, baru punya bayi juga jadi temanya pas nih dengan saya skrg..

    semoga semakin produktif ya di tahun 2020, semangat!!

    -Traveler Paruh Waktu

Sharing yuk!