Category: Senandika

15

5 Cara Memeluk Diri Sendiri Demi Menjaga Kewarasan

Tatkala banyak hal menyakitkan terjadi, kekecewaan mendera, satu persatu kegagalan mendatangi, saya hanya perlu dipeluk. Begitu pun saat euforia kesuksesan melanda, kegembiraan melingkupi, lagi-lagi saya butuh dipeluk. Bagi saya pelukan jauh lebih berarti dari...

8

Pak, Saya (Tak) Baik-Baik Saja

Hampir satu bulan berlalu sejak kepulangan bapak ke rumah abadinya. Dan saya merasa hilang arah. Padahal kalau dipikir-pikir, dari semua keluarga inti saya justru yang paling berjarak bahkan sengaja membuat jarak dengan bapak. Terlampau...

22

#DearRe Kamu Boleh Jadi Anggota Mapala, Nak

Nang, saat ibu menulis surat ini kamu baru saja merayakan ulang tahunmu yang ke-2. Kita semua tertawa bahagia, tiup lilin, potong kue, dan krim coklat berlumuran di wajahmu. Melihatmu yang bertumbuh dengan pesat dan...

14

Selamat Ulang Tahun, Renjana

Selamat ulang tahun, nang. Hari ini usiamu genap dua. Tak terasa ya? Padahal dulu saat usiamu masih hitungan hari semuanya terasa berjalan begitu lambat dan pelan. 24 jam terasa menjadi hari yang sangat melelahkan...

6

Minggu Melamun: Mengampuni

Awalnya reaksi saya tidak terlalu terkejut saat mendengar ada bom molotov dilempar ke kompleks gereja di Samarinda siang tadi (Minggu, 13 November 2016). Hidup sebagai minoritas di negeri ini rasanya harus siap menghadapi hal-hal...

9

29 Dalam Catatan

6 November kemarin saya menjejak 29. Bilangan terakhir berkepala 2, sebelum nantinya garis lurus di bawah beranjak melengkung membentuk angka 3. Dulu saat melihat mbak-mbak berusia 29 saya kerap membatin gimana rasanya menjadi mereka...

10

Menulislah! Maka Kau Akan Abadi

Kalau soalnya adalah mendaki, kamu juga mendaki. Namun, mengapa nama Gie abadi? Karena ia menulis. Menulis membuat hidupmu tak berhenti. ~ Kang Epi ~  Dalam perjalanan hidup saya ada banyak mimpi dan cita yang...